Langsung ke konten utama

Postingan

GARA-GARA SEBLAK HARGA KENCUR JADI MAHAL?

“Habis... diborong sama Mama Dewi, Teh.” Hiiikks, harus keliling warung atuh kalau gini mah ^-^
Sepulang jalan pagi, sengaja mampir ke warung sayuran dekat rumah. Rencananya, hari ini ingin sekali makan dengan karedok. Itu loooh, makanan khas Sunda yang bahannya dari kacang panjang, timun, boleh juga ditambah dengan daun kemangi. Nah, salah satu bumbu yang wajib dipakai adalah kencur.
Tapi... setelah semua bahan tersedia, kencurnya malah nggak ada. Terpaksa mampir ke beberapa warungmenuju pulang ke rumah. Tapi dalam hati sih sudah bertekad kalau tidak dapat kencur mau tetap bikin karedok saja. Walaupun akan terasa kurang sedap, tapi sudah kepalang ngebet banget ingin makan karedok (xixi, kaya ngidam aja ya?)
Alhamdulillah, ternyata di salah satu warung dapat juga si Rimpang Wangi ini. Dengan harga Rp5000,- saya hanya mendapat segenggam saja. Ibu di sebelah sempat komentar, "Mahal". Tapi karena memang butuh ya dibeli saja. Menurut keterangan Ibu warung sih katanya sekarang har…
Postingan terbaru

MUSIM TANAM PADI

Pagi ini memutuskan untuk pergi jalan-jalan sekitar rumah. Otot badan yang mulai kaku dan beberapa bagian tubuh yang melar akhirnya menjadi alasan saya harus gerak (pengakuan diri, hehe). Setelah antar anak-anak sekolah, langsung pergi deh keliling kampung. Suasana Kota Cimahi sudah banyak berubah. Dulu daerah Cimahi Utara ini banyak sekali ditemukan sawah dan kebun. Saat ini sudah sangat berkurang, mungkin karena banyak  pembangunan yang  terjadi. Tapi alhamdulillah masih ada sedikit tempat yang tampilkan kesegaran. Masih ada pemandangan sawah dan kebun.
Pukul 06.30 saya start jalan dari rumah. Jalanan memang cukup ramai, kendaraan berlalu lalang. Tentu banyak orang yang akan berangkat kerja, sekolah atau menuju suatu tempat untuk memulai aktivitas. Walau sepanjang jalan harus agak mepet ke pinggir untuk menghindari kendaraan bermotor, coba dinikmati saja.
Pemandangan menuju daerah Ciuyah  biasa saja. Sepanjang jalan hanya dihiasi dengan rumah-rumah penduduk yang mulai bermunculan.…

KOMUNIKASI ASYIK DALAM KOMUNITAS

Baru 11 bulan mulai melirik dunia menulis dengan serius. Awalnya hanya karena ingin manfaatkan waktu ketika diam di rumah. Walau hanya sebatas menulis diary, tapi toh akhirnya menikmati setiap proses terjun bebas dalam kegiatan literasi ini.
Bekerja sambil belajar pun dilakukan, karena bergabung dengan komunitas yang banyak sekali membidik soal literasi untuk kaum perempuan. Bertemu langsung dengan para mentor hebat yang tentu saja sudah berkompeten dalam dunia menulis, menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung.
Dalam beberapa bulan sudah terasa dampak yang luar biasa. Ilmu, pengalaman dan kesempatan semakin terbuka lebar karena “dipaksa” untuk melakukan interaksi dengan banyak orang. Masuk ke dalam beberapa komunitas dan belajar berkomunikasi dengan orang-orang yang punya latar belakang berbeda.
Awalnya ragu, apakah bisa diterima dalam setiap komunitas yang saya masuki. Tapi alhamdulillah, kehadiran teman, sahabat, mentor dan banyak orang dalam berbagai bidang ternyata menumb…

MACAM BENANG RAJUT

Tak kenal maka tak sayang.
Hhhmmm, ternyata istilah ini berlaku juga ketika akan merenda. Banyaknya jenis benang tentu menjadi bahan pertimbangan ketika akan mulai merenda. Memperhatikan tekstur benang yang pas, warna dan juga harga, agar benda yang dihasilkan bukan hanya bagus tapi beri kepuasan bagi pembuatnya.
Semakin sering coba merenda, kita akan semakin mengetahui jenis benang apa yang cocok dengan benda yang ingin dibuat. Misal, kita akan lebih memilih benang yang lembut ketika akan membuat perlengkapan bayi atau pakaian. Memiilih benang yang kaku dan lebih kuat ketika akan membuat tas, dompet atau sepatu. Karena ketepatan memilih benang akan menjadi faktor penting untuk rasa nyaman pada saat dipakai.
Berburu benang menjadi salah satu kegiatan baru saya belakangan ini. Banyak membaca beberapa literatur tentang macam benang untuk merenda. Bahkan mencari informasi secara langsung pada orang yang lebih berpengalaman, bergabung dengan komunitas atau bertanya pada penjaga toko bena…

BUKU KUNING

Ini adalah beberapa tulisan selama pendakian Gunung Guntur. Catatan kecil berwarna kuning telah berhasil mengabadikan curahan hati dan pikiran diantara lelahnya perjalanan.
Alhamdulillah, bisa menulis dalam tenda yang hanya ditemani oleh headlamp dan juga ketika beristirahat setelah terkena sengatan matahari. Ternyata benar kalau menulis bisa menjadi salah satu bentuk relaksasi hati, pikiran dan juga tubuh. 
Tulisan ini menjadi bukti, bahwa lelah itu sedikit berkurang bahkan menunggu pun menjadi hal yang mengasyikan. Karena kita bisa lakukan hal positif ketika ada jeda dari kegiatan yang sedang dilakukan. Seperti saat itu, ketika yang lain istirahat dengan tidur di antara rindangnya pohon, saya memilih untuk mengeluarkan catatan kecil dan mulai berimajinasi. 
Nyaris tak ada kenangan berupa gambar dalam pendakian ini. Tapi saya yakin, tulisan akan dapat memberi kenangan yang spesial. Bahkan beberapa ide pun sudah mendarat manis, jadi harus segera eksekusi biar nggak "kabur".
Xixi…

BATU LEMBU, PURWAKARTA

Jangan pernah anggap enteng sebuah gunung!
Batu Lembu memang bukan gunung yang terlalu tinggi. Tapi untuk pemula seperti saya, gunung ini tetap menguras tenaga dan meninggalkan kenangan yang berkesan. Bukan hanya soal pemandangan selama pendakian, tapi spot yang luar biasa indah dapat kita nikmati ketika berada di puncak Batu Lembu.
Gunung Batu Lembu terletak di Kp. Panunggal RT. 006 RW. 003, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta. Gunung ini tidak terlalu tinggi, sehingga sering dikunjungi oleh para pemula atau para pendaki sebagai pemanasan sebelum lakukan pendakian ke gunung yang lebih tinggi.
Tanah merah akan dilalui pada saat mendaki gunung Batu Lembu. Sehingga jika turun hujan, jalanan akan sangat licin. Awal pemandangan akan disambut oleh kumpulan pohon bambu. Pendakian akan mulai menguras tenaga selama beberapa menit hingga akhirnya kita sampai di sebuah lapangan. Tanah yang luas ini menjadi cikal bakal nama Batu Lembu, karena lapang ini biasa digunakan masy…

GUNUNG PARANG, DESTINASI PENDAKIAN UNIK DI PURWAKARTA (Via Taraje)

Anda pecinta olahraga panjat tebing? Bisa coba salah satu destinasi pendakian gunung di daerah Purwakarta ini, Gunung Parang. Gunung yang memiliki kontur fisik unik ini mengundang banyak wisatawan domestik maupun luar negeri untuk menguji adrenalin. Gunung batu yang menjulang tinggi menjadi tempat yang seru bagi para pecinta panjat tebing atau pendaki gunung.
Gunung yang memiliki ketinggian 930 mdpl ini terletak di Kampung Cirangking, Desa Pasanggrahan, Kabupaten Purwakarta.Dengan melakukan perjalanan selama 2 jam (dari Bandung) kita dapat sampai di lokasi pendakian. Akses masuk ke daerah ini pun tergolong cukup mudah, karena jalanan dapat dilalui dengan kendaraan beroda dua maupun empat.
Terdapat dua jalur pendakian Gunung Parang, yaitu via Taraje atau Ferrata. Keduanya punya tantangan tersendiri dan tetap seru untuk dilalui. Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman pendakian melalui via Taraje.
Taraje berasal dari bahasa Sunda yang berarti tangga. Dari arti namanya saja sudah terbayang …